Skybee — Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, keluar sebagai pemenang Future Fashion Designer 2026. Penghargaan ini didapat setelah Arron dianggap paling konsisten dalam menjawab rangkaian tantangan program yang menuntut penguasaan konsep, teknis, dan eksekusi produksi.
Dalam jumpa pers di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, Arron menyatakan rasa senangnya atas kemenangan sekaligus pengalaman yang didapat selama mengikuti program. Ia menyebut proses kompetisi memperkuat kemampuannya untuk mentransformasi ide menjadi karya siap pakai.
Program Latih Kemampuan Industri Fashion
Future Fashion Designer (FFD) adalah inisiatif yang dirancang untuk meniru kondisi kerja di industri fashion. Program ini diselenggarakan oleh JF3 bekerja sama dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, ditujukan bagi lulusan sekolah fashion dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari puluhan pendaftar, delapan peserta terpilih mengikuti program intensif pada 12–26 Mei 2026. Dalam waktu 14 hari, peserta bekerja menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief berbeda: Prototype, The Curve, Re’Heritage, Multifunction, dan Opposite.
Tantangan Lengkap dan Penilaian
Peserta FFD menjalani seluruh rangkaian pekerjaan yang lazim dihadapi seorang desainer, mulai dari riset konsep, pemilihan material, penyusunan anggaran, pembuatan pola, proses produksi, styling, hingga presentasi di hadapan panel juri.
Penilaian mencakup kreativitas, kualitas produksi, kemampuan presentasi, pengelolaan proses kerja, dan konsistensi menjawab tiap tantangan. Selama program, peserta memperoleh masukan dari 12 profesional yang mewakili beragam bidang industri fashion.
Juri dan Finalis
Panel juri yang memberikan penilaian terdiri atas Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Hian Tjen, Caren Delano, Sofie, Yongki Komaladi, Sarie Febriane, Didi Budiardjo, Richard Hartono, Ary Juwono, dan Djafar.
Dari delapan peserta awal, lima desainer mencapai tahap final dan mempresentasikan koleksi akhir lewat trunk show. Kelima finalis tersebut adalah Arron Bryan, Agatha Lievia, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah, dan Tashannie Abigail Loekman.
Koleksi dan Alasan Kemenangan
Koleksi Arron mengangkat eksplorasi budaya Papua dengan pendekatan kontemporer. Menurut penilaian dewan juri, Arron menampilkan keseimbangan antara kreativitas, kemampuan teknis, kualitas eksekusi, dan kesiapan produksi.
“Karya aku terinspirasi dari aksesoris Renaldy A Yunardi, headpiece bridal berwarna putih berbentuk angsa yang melambangkan kesucian, kemurnian, yang aku transform menjadi look baju yang antagonis dan terkesan structural. Aku selesaikan dalam 2 hari saja. Look ini aku gunakan dua jenis, yaitu bustier yang aku bikin beberapa detail, ada choker yang aku bikin dari kain, sedangkan celananya aku bikin dari tren mode fashion akhir-akhir ini yaitu baggy pant,” ujar Arron.
Sebagai pemenang, Arron memperoleh hadiah sebesar Rp50 juta. Seluruh finalis juga mendapatkan kesempatan menampilkan karya mereka di runway JF3 Fashion Festival 2026 bersama desainer Indonesia dan internasional.
Tujuan Program dan Dukungan
Menurut Thresia Mareta, Advisor JF3, program ini bukan sekadar kompetisi desain, melainkan sarana untuk menguji bagaimana ide dapat diwujudkan menjadi karya nyata melalui pengalaman yang menyerupai situasi industri.
Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival, menyatakan regenerasi talenta penting bagi masa depan industri fashion Indonesia. FFD diharapkan memberi ruang bagi desainer muda menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang.
Future Fashion Designer 2026 terlaksana berkat kerja sama JF3 dan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute dengan dukungan Summarecon, Indo Hose, Rinaldy A. Yunardi, Yen’s Kreatif, dan Ideku Digital Printing. Seluruh rangkaian perjalanan peserta dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi JF3.
Ikuti Skybee
