— Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu (17/6/2026) dalam pertemuan yang menjadi debut Kevin Warsh sebagai Ketua Dewan Gubernur menggantikan Jerome Powell. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%.

Pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi yang dirilis bersamaan diperkirakan akan menyoroti kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat konflik dengan Iran, meski harga minyak mulai menurun seiring optimisme terhadap potensi kesepakatan damai.

Data Ekonomi Dan Ekspektasi Kebijakan

Data tenaga kerja AS yang tetap kuat dan tingkat pengangguran yang rendah di angka 4,3% menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang untuk penurunan suku bunga. Inflasi yang masih jauh di atas target 2% mendorong banyak analis memperkirakan penghapusan frasa “penyesuaian tambahan” dalam pernyataan kebijakan, frasa yang sebelumnya sering dipakai sebagai sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga.

Kevin Warsh dikenal kurang mendukung panduan kebijakan moneter (forward guidance) yang terlalu baku. Analis JPMorgan Michael Feroli mengatakan, “Mungkin komite di bawah Warsh akan mengambil langkah berani untuk menghapus panduan suku bunga secara keseluruhan.”

Tantangan Pemangkasan Di Tengah Ketidakpastian

Meskipun Warsh memulai jabatan dengan hubungan yang relatif lebih harmonis dengan Gedung Putih dibanding pendahulunya, jalur menuju pemangkasan suku bunga dinilai semakin sempit. Proyeksi ekonomi kuartalan diperkirakan menunjukkan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun, dan beberapa pejabat bahkan mungkin mempertimbangkan kenaikan jika inflasi tidak segera melandai.

David Mericle, ekonom utama di Goldman Sachs, mencatat bahwa meski harga minyak turun mendekati US$80 per barel, tekanan inflasi diperkirakan tetap tinggi dan dapat melebihi 4% dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini membuat pemangkasan suku bunga kemungkinan ditunda setidaknya hingga pertengahan tahun depan.

Ujian Awal Kepemimpinan

Warsh yang baru dikonfirmasi untuk masa jabatan empat tahun akan menjalani konferensi pers 30 menit setelah pengumuman keputusan kebijakan, menjadi ujian pertama kepemimpinannya di hadapan publik dan pasar.

Pergantian dari Jerome Powell ke Kevin Warsh berlangsung di tengah ketegangan sebelumnya antara The Fed dan pemerintahan Presiden Donald Trump. Powell menghadapi tekanan politik signifikan selama masa jabatannya, termasuk isu-isu terkait pengawasan internal dan tudingan yang kontroversial.

Di bawah kepemimpinan baru, The Fed dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan mandat kestabilan harga dan lapangan kerja sambil memulihkan citra institusi yang independen, di tengah ekspektasi pasar yang dinamis terhadap arah kebijakan moneter AS.