Skybee — Singapura menyusun sistem kliring emas baru yang melibatkan sejumlah bank global, termasuk JP Morgan Chase & Co. Rencana itu diumumkan saat otoritas setempat menyiapkan fasilitas untuk memperkuat peran negara kota sebagai pusat perdagangan emas regional.
Peluncuran sistem kliring dijadwalkan berlangsung tahun ini, dengan mekanisme kliring over-the-counter yang ditargetkan beroperasi akhir 2026 dan peningkatan perdagangan antar bank mulai tahun depan.
Peran Bank Global
Sejumlah bank besar telah menyatakan partisipasi sebagai anggota kliring setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Bursa Efek Singapura. Selain JP Morgan dan Deutsche Bank, bank yang disebutkan termasuk DBS Group Holdings Ltd., Oversea-Chinese Banking Corp., United Overseas Bank Ltd., dan ICBC Standard Bank Plc.
Wai Mei Hong, pejabat senior JPMorgan di Singapura, menyatakan, “Seiring meningkatnya permintaan investor terhadap emas global, kami melihat Singapura memainkan peran pelengkap di samping pusat-pusat utama lainnya dengan mendukung likuiditas lintas zona waktu dan memenuhi kebutuhan klien yang terus berkembang.”
Kerangka Standar dan Instrumen Pasar
Sistem kliring yang dibangun akan diselaraskan dengan kerangka kerja London Good Delivery (LGD) untuk batangan besar, serta standar pengiriman dan penyelesaian untuk batangan kilobar yang diadopsi bursa utama di Chicago dan Shanghai.
CEO SGX Group, Loh Boon Chye, mengatakan sistem itu “akan berfungsi sebagai lapisan dasar untuk kliring dan penyelesaian arus emas selama jam perdagangan Asia.” Ia juga menyebut pihaknya tengah menjajaki kontrak berjangka emas yang dapat dikirimkan secara fisik sebagai alat bursa untuk penemuan harga dan manajemen risiko.
Layanan Penyimpanan dan Insentif Pajak
Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan memperkenalkan layanan penyimpanan emas bank sentral pada Oktober, yang memungkinkan otoritas moneter asing mengelola kepemilikan emas batangan melalui kelompok bank terpilih berbasis di Singapura.
Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri sekaligus Ketua Otoritas Moneter Singapura, menegaskan bahwa langkah itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan pusat perdagangan emas yang sudah mapan. “Sebaliknya, Singapura dapat berfungsi sebagai simpul tepercaya dalam ekosistem emas global yang menghubungkan permintaan regional dengan likuiditas global dan mendukung aktivitas pasar selama jam perdagangan Asia,” ujarnya.
Gan juga menyampaikan bahwa Bank Sentral Singapura akan memperluas pengecualian pajak bagi dana dan kantor keluarga yang memenuhi syarat untuk investasi pada logam mulia fisik, merujuk pada ketentuan teknis mengenai kemurnian dan bentuk emas.
Ikuti Skybee
