— Jeje Jaelani dan Risma Rudyantoro berhasil mengubah hobi membuat konten wisata dan kuliner menjadi sumber penghasilan. Keduanya menyatakan kombinasi storytelling, riset, dan penyajian informasi autentik menjadi kunci menarik perhatian audiens dan pelaku usaha.

Kisah mereka bermula dari pembuatan konten saat pandemi dan berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan serta kemudahan menemukan inspirasi wisata. Jeje dan Risma kini menerima kerja sama dari pelaku usaha, termasuk sektor perhotelan dan kuliner.

Kunci Konten

Risma menilai setiap kreator memiliki strength and unique point masing-masing, tetapi storytelling menjadi strategi umum yang membuat konten relevan dan relatable bagi audiens. “Saya itu tidak mengutamakan tempat mahal atau populer, tapi bagaimana cara saya bisa menikmati tempat tersebut dan akhirnya saya translate ke dalam konten,” ujarnya.

Risma menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman yang bisa mewakili keinginan penonton serta melengkapi konten dengan informasi praktis berdasarkan pengalaman pribadi. Ia memberi contoh membuat konten tips dan trik bagi pengunjung Taman Safari, mulai dari suasana hingga aturan seperti boleh tidaknya membawa makanan.

Jeje menambahkan kemampuan riset penting agar informasi yang disampaikan jelas dan detail, berasal dari pengalaman nyata selama membuat konten. Untuk proses pembuatan naskah dan storytelling, Jeje kerap menelusuri platform agar menemukan gaya yang cocok untuk tempat yang dikunjungi.

Selain isi, Jeje menyoroti aspek editing: “Style editingnya cukup clear dan estetik, yang penting orang nontonnya nyaman, enak dibaca, dan pesannya bisa sampai ke audiens.” Ia juga mencontohkan memberi informasi praktis seperti akses perjalanan dan kendaraan yang cocok saat mereview penginapan di alam.

Kolaborasi Dengan TikTok Go

Jeje dan Risma kini bekerja sama dengan TikTok Go untuk membantu masyarakat mewujudkan inspirasi wisata dari konten ke pengalaman nyata. Menurut tim TikTok, pendekatan content-driven discovery memungkinkan pengguna mengeksplorasi informasi hotel dan atraksi yang ditemukan di platform, membandingkan pilihan, hingga melanjutkan pemesanan melalui mitra TikTok GO.

Jeje menyebut kerja sama dengan berbagai brand, khususnya di bidang hospitality, turut mendatangkan penghasilan. “Sekitar 80% kuliner dan tempat wisata yang ada di Bandung dan sekitarnya sudah bekerja sama dengan saya,” kata Jeje. Ia juga mencontohkan satu konten hotel yang ditonton 9 juta orang dan membantu meningkatkan okupansi hingga sekitar 90%.

Transformasi profesi juga dialami Jeje: dari awalnya content creator sambil kuliah, kini ia memilih berhenti dari pekerjaan kantoran dan fokus penuh pada pekerjaan kreatif. “Saya sudah bisa beli kendaraan, menabung, ngajak jalan-jalan orang tua, dan lain-lain,” ujarnya.

Sementara Risma enggan menyebut besaran penghasilan dari konten. Ia menyatakan masih bekerja penuh sebagai pegawai kantoran dan lebih menghargai manfaat lain dari konten yang dinilai berguna bagi audiens. “Yang saya cari bukan dari berapa banyak uang yang bisa saya hasilkan, tapi lebih ke manfaat-manfaat lain yang ketika saya ngerasa konten itu berguna buat audience, itu adalah justru yang paling berharga sebenarnya,” tutup Risma.