— PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menetapkan strategi diversifikasi bisnis sebagai fokus utama untuk mendorong pertumbuhan pada 2026. Langkah ini dilandasi upaya mengurangi ketergantungan pada satu segmen sekaligus membuka peluang pasar baru.

Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, menyatakan perusahaan akan memperluas jenis komoditas yang diangkut, menambah wilayah pengiriman, serta menggaet pelanggan baru sebagai bagian dari rencana tersebut.

“Tahun 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru,”

Perbaikan Layanan dan Efisiensi Operasional

Selain ekspansi pasar, PSAT berencana meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan customer relationship management (CRM) dan digitalisasi operasional. Perusahaan juga menargetkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG).

Langkah-langkah ini diambil menyusul capaian pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025 meski industri pelayaran masih menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

Kinerja Keuangan 2025

PSAT mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,07 triliun pada 2025, naik sekitar 9,9% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 980 miliar. Kenaikan itu terutama didorong oleh permintaan dari sektor pertambangan, yang menjadi basis utama bisnis perusahaan.

“Sepanjang tahun 2025, perseroan menghadapi dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik. Namun demikian, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya,”

Wendi menambahkan bahwa meskipun pendapatan meningkat, kenaikan biaya operasional menekan laba. Biaya yang meningkat antara lain bahan bakar dan penggunaan kapal sewa jangka pendek untuk menjaga kontinuitas layanan.

Akibat tekanan biaya tersebut, laba bersih PSAT turun menjadi Rp 23 miliar pada 2025, dari Rp 242 miliar pada tahun sebelumnya. Manajemen menyebut penggunaan kapal sewa sebagai keputusan strategis untuk mempertahankan kualitas layanan dan relasi pelanggan jangka panjang.

“Langkah tersebut merupakan investasi operasional yang diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, serta memastikan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang,”

Penambahan Aset dan Realisasi Dana IPO

Total aset PSAT meningkat 12% menjadi Rp 1,69 triliun pada 2025 dari Rp 1,5 triliun pada 2024. Kenaikan aset ini terutama berasal dari penambahan kapal sebagai bagian dari strategi memperkuat armada dan kapasitas pengangkutan.

Dalam paparan publik, perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut dipakai untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha PT Pancaran Karya Shipping sebesar Rp 175 miliar, pembelian bahan bakar operasional senilai Rp 18,27 miliar, serta biaya penawaran umum sebesar Rp 6,84 miliar.

Perseroan menyampaikan realisasi penggunaan dana IPO tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat tertanggal 12 Januari 2026.