Skybee — Pasar logam mulia masih menjadi sorotan pekan ini. Berbagai laporan mencatat stabilitas harga emas perhiasan dan ketahanan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Selasa, 16 Juni 2026.
Selain pergerakan harga, analis dan pelaku pasar memberi catatan soal strategi akumulasi, prospek harga Antam hingga akhir 2026, serta perkembangan kinerja perbankan yang turut memengaruhi sentimen investor.
Harga Emas Perhiasan Tercatat Stabil
Harga emas perhiasan tercatat relatif stabil pada pagi Selasa, 16 Juni 2026. Beberapa pengecer besar melaporkan tidak ada perubahan berarti pada penetapan harga untuk berbagai kadar karat, sehingga pembeli dan penjual disarankan terus memantau pergerakan jika akan melakukan transaksi.
Strategi Beli Emas: Jangan Terburu-buru
Koreksi harga emas beberapa waktu lalu memicu sinyal beli bagi sebagian investor, tetapi pakar mengingatkan agar tidak buru-buru memborong. Pada saat laporan ditulis, harga emas berada di US$1.346,95 per ons troi, naik 0,23%.
Kepala Strategi Pasar MarketGauge Michele Schneider menilai pelemahan sebelumnya dapat menjadi peluang akumulasi untuk jangka panjang, namun investor sebaiknya menunggu konfirmasi arah pasar sebelum masuk secara agresif.
Harga Emas Antam Masih Kokoh
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat tetap perkasa pada Selasa, 16 Juni 2026. Data resmi menunjukkan posisi harga yang kokoh pada level yang dilaporkan laman Logam Mulia, termasuk nilai buyback yang stabil pada hari tersebut.
Proyeksi Harga Antam Bisa Sentuh Rp 3 Juta
Prospek harga emas batangan Antam diperkirakan berpeluang menembus Rp 3 juta per gram pada akhir 2026. Proyeksi itu dipicu kombinasi faktor seperti potensi penurunan suku bunga AS, pembelian emas oleh bank sentral global, dan ketidakpastian geopolitik.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz pasca-perdamaian AS–Iran berpotensi menekan harga minyak, namun kondisi tersebut justru dapat menjadi sentimen positif bagi pasar emas.
Laba BCA Tumbuh Tipis, Penyaluran Kredit Melambat
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laba bersih bank only pada Mei 2026 sebesar Rp 4,86 triliun, turun 1,73% secara month on month. Secara kumulatif lima bulan (5M26), laba bersih mencapai Rp 25,68 triliun atau naik 2,07% year on year.
Perusahaan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 4,85% yoy menjadi Rp 969,09 triliun hingga akhir Mei 2026, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat sebelumnya.
Ikuti Skybee
