— Harga emas masih gagal mendapatkan momentum yang kuat seiring keluarnya sejumlah keputusan kebijakan moneter global yang cenderung ketat. Kondisi itu menekan permintaan terhadap logam safe-haven tersebut dalam beberapa sesi terakhir.

Pergerakan harga juga terlihat minim reaksi setelah pengumuman kebijakan dari bank sentral utama, sementara rilis data tenaga kerja Amerika Serikat menambah tekanan pada pasar komoditas logam mulia.

Reaksi Pasar Terhadap Keputusan Bank Sentral

Salah satu bank sentral mempertahankan suku bunga pada 3,75% meski ada dua anggota komite yang memilih kenaikan 25 basis poin. Dalam pernyataannya, bank sentral tersebut mencatat posisi yang menantang karena kenaikan harga energi meningkatkan tekanan inflasi sementara aktivitas ekonomi melambat.

Pasar menilai pengetatan lanjutan sekitar 35 basis poin pada tahun berjalan tetap berada di kisaran ekspektasi sebelum pertemuan tersebut.

Level Harga Terakhir

Harga emas spot terakhir terhadap poundsterling diperdagangkan pada £3.211,84 per troy ounce, turun 0,37% pada hari Kamis (18/6/2026).

Jika dihitung dalam dolar AS, harga emas spot terakhir berada di kisaran US$4.247,60 per troy ounce, turun 0,20% pada hari yang sama.

Pengaruh Data Klaim Pengangguran AS

Selain kebijakan moneter, harga emas juga melemah setelah rilis klaim awal tunjangan pengangguran Amerika Serikat yang mencapai 226.000 (disesuaikan musiman) untuk pekan yang berakhir 13 Juni 2026.