Skybee — Harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan pada pagi Selasa (23/6/2026), namun dorongan untuk mencapai level US$70.000 masih terbatas. Arus keluar dana ETF dan ketidakpastian kondisi makroekonomi menjadi kendala utama bagi kelanjutan reli.
Pada pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar aset kripto tercatat menguat menjadi sekitar US$2,19 triliun, sementara harga Bitcoin diperdagangkan di level US$63.952 per koin atau sekitar Rp1,14 miliar dengan kurs Rp17.863 per dolar AS.
Pergerakan Aset Kripto
Indeks yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar naik tipis. Ethereum melanjutkan penguatan ke US$1.726, Binance Coin mencapai US$589, XRP ke US$1,12, dan Dogecoin ada di kisaran US$0,08. Sebaliknya, Solana tercatat melemah ke US$71,86.
Di pasar derivatif, tingkat pendanaan pada kontrak perpetual Bitcoin meningkat ke 7%, level tertinggi hampir tiga minggu terakhir. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya posisi long di antara pelaku pasar, namun struktur permintaan opsi menunjukkan kehati-hatian.
Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal
Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengenai pembicaraan dengan delegasi Iran di Swiss yang dinilai menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Kabar tersebut ikut menekan harga minyak Brent ke sekitar US$77,50 per barel, level terendah sejak Maret, sehingga berdampak pada sentimen aset berisiko termasuk Bitcoin.
Selain itu, arus keluar bersih pada produk ETF Bitcoin tercatat berlanjut, memperpanjang tren penarikan dana selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini, bersama pelemahan saham teknologi dan tekanan di pasar obligasi serta emas, mendorong investor menambah posisi kas dan membatasi ruang bagi Bitcoin untuk melanjutkan reli jangka pendek.
Kondisi Likuiditas dan Permintaan Proteksi
Data order book di bursa besar masih menunjukkan tekanan beli sedikit lebih kuat dibanding jual, memberikan dukungan terbatas agar harga bertahan di atas level US$65.000. Namun, permintaan opsi put untuk melindungi dari penurunan dilaporkan sekitar dua kali lipat dibanding opsi call, menandakan kehati-hatian pasar terhadap potensi koreksi.
Secara keseluruhan, analis menilai peluang Bitcoin menembus US$70.000 dalam waktu dekat tetap menghadapi hambatan signifikan, terutama dari sisi arus dana ETF dan ketidakpastian makro global.
Ikuti Skybee
