Skybee — Emas masih dipilih investor sebagai aset pelindung nilai dalam kondisi ekonomi yang lemah, meski harga logam mulia tersebut sempat menurun mendekati level US$4.000 per troy ounce. Temuan riset Federal Reserve Chicago menyebutkan persepsi pasar terhadap emas sebagai safe haven tetap kuat.
Dalam laporan strategi terbaru, Wells Fargo Investment Institute memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral global akan berlanjut, sementara ketegangan geopolitik yang meningkat turut menjadi faktor penopang permintaan.
Pertimbangan Risiko dan Batasan Eksposur
Meski permintaan diprediksi bertahan, penasihat keuangan umumnya menyarankan investor membatasi porsi emas dalam portofolio. Rekomendasi yang diterapkan di pasar menyarankan eksposur emas kurang dari 3% dari total aset.
Salah satu anggota dewan penasihat keuangan menyatakan bahwa ia tidak memasukkan emas dalam portofolio kliennya, dengan alasan sifat investasi yang bergejolak dan tantangan dalam menentukan fundamental harga ketika permintaan berada pada fase reli.
Instrumentasi Investasi: Pilih ETF Emas
Bagi investor yang ingin mendapat paparan terhadap emas tanpa memegang fisik, solusi yang disarankan adalah melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang melacak harga emas fisik. Menurut Blair duQuesnay, ETF emas menawarkan likuiditas tinggi, efisiensi pajak, dan biaya relatif rendah.
Rekomendasi tersebut menekankan peran emas sebagai alat diversifikasi dalam portofolio, dengan catatan alokasi yang terukur dan penggunaan instrumen investasi yang sesuai tujuan dan profil risiko investor.
Ikuti Skybee
