— Kasur yang mampu menopang tubuh secara merata dan posisi tidur yang tepat dapat membantu mengurangi kambuhnya gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) pada malam hari. Menurut dokter penyakit dalam dr. Marco Vidor SpPD, manajemen tidur menjadi bagian penting selain pengobatan dan pengaturan gaya hidup.

dr. Marco menyatakan sekitar 80% pasien GERD mengalami kekambuhan saat tidur. Kondisi ini rawan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan saat berbaring dapat memasuki saluran napas dan menimbulkan batuk, sensasi panas dada (heartburn), penyempitan kerongkongan, bahkan berisiko pada kejadian yang lebih serius.

Peran Kasur dan Distribusi Tekanan

Dokter itu menekankan pentingnya kasur dengan kemampuan mendistribusikan tekanan tubuh secara merata. Kasur yang buruk atau tidak menopang bagian perut dengan baik berpotensi memperburuk refluks asam saat tidur karena tekanan berlebih pada area tertentu.

“Kasur dengan distribusi tekanan yang merata dapat menyebarkan berat tubuh secara merata, sehingga tidak ada satu titik pun, terutama area perut, yang mendapat tekanan berlebih,” ujar dr. Marco.

Elevasi Tubuh Saat Tidur

Selain kualitas kasur, elevasi kepala dan bagian atas tubuh disarankan untuk pasien GERD. dr. Marco merekomendasikan elevasi antara 15 sampai 30 derajat untuk mengurangi kemungkinan asam lambung naik saat tidur, karena posisi horizontal menghilangkan bantuan gravitasi.

“Sudut tubuh 5-30 derajad dan posisi tidur mengubah hubungan letak lambung dan kerongkongan sehingga asam tidak naik ke atas,” jelas dr. Marco.

Preferensi Posisi Tidur

Posisi tidur miring ke kiri juga dianjurkan. Menurut dr. Marco, posisi ini memanfaatkan letak anatomis lambung di sisi kiri sehingga sambungan lambung-kerongkongan tetap berada di atas permukaan asam, sehingga asam lebih sulit naik.

“Manfaat terbesar (71%) muncul saat posisi tidur miring kiri digabung dengan elevasi tubuh atas dan dipertahankan sepanjang malam,” kata dr. Marco.

Teknologi Penopang dalam Produk Kasur

Dalam peluncuran produk kasur terbaru, perusahaan produsen menjelaskan bahwa inovasi penopang dirancang untuk menyokong tidur lebih nyaman dengan tiga teknologi utama: Talalay Latex, Ultra-HD Cloud BioCell, dan Superior Micro Coils. Perusahaan juga menyebut penggunaan material yang menjaga kesejukan seperti serat wol Prancis dan kain Tencel.

“Selama bertahun-tahun kami terus berinovasi untuk menghadirkan solusi tidur terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar President Director PT Duta Abadi Primantara, Anthony Setiawan.

Brand Sales & Marketing Director DAP, Aria Hermawan, menyatakan Talalay Latex menyesuaikan lekuk tubuh dan mendistribusikan berat secara lembut, Cloud BioCell bersifat resilien seperti awan, sementara Superior Micro Coils menopang tiap bagian tubuh dengan ribuan koil kecil.

“Rantai sederhananya, permukaan sejuk dan berpori akan membuat tidur lebih nyenyak, jarang bangun, sehingga stres fisik tubuh menurun dan keluhan asam lambung lebih terkendali,” kata Aria.