Skybee — PT DMS Propertindo Tbk menyiapkan langkah percepatan bisnis untuk 2026 melalui realisasi proyek strategis, optimalisasi aset perhotelan, dan penguatan struktur pendanaan. Manajemen menilai kombinasi langkah tersebut akan menjadi pendorong kinerja setelah capaian pendapatan tahun 2025.
Direktur Utama Mohamad Prapanca menyebut prospek sektor properti dan hospitality masih kondusif sehingga perseroan akan memanfaatkan momentum untuk mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek yang telah disiapkan.
Proyek Strategis Siap Memasuki Tahap Groundbreaking
Prapanca mengatakan beberapa proyek diperkirakan mulai memasuki tahap groundbreaking pada 2026 dengan periode pengembangan yang berbeda-beda. Manajemen berharap proses tersebut menjadi awal peningkatan kinerja yang lebih progresif sesuai target perusahaan.
Proyek yang sedang dikembangkan meliputi Kemayoran Indah Golf Jakarta, Urbanova Surabaya, Rest Area Cimanggis-Cibitung, Accola Sport Center BSD, dan kawasan hunian Padjajaran City di Bandung seluas sekitar 9,8 hektare. Luasan itu merupakan bagian dari total area pengembangan sekitar 63 hektare.
Landbank dan Strategi Monetisasi
Hingga akhir 2025, perseroan menguasai landbank seluas 96 hektare dari total potensi pengembangan sekitar 186 hektare. Cadangan lahan ini menjadi modal utama untuk memperluas bisnis properti dan hospitality serta mendukung rencana monetisasi aset di masa datang.
Prapanca menyampaikan, perseroan akan terus membangun sinergi dengan mitra strategis yang memiliki visi serupa untuk memastikan keberhasilan implementasi rencana bisnis.
“Perseroan akan terus membangun sinergi dengan mitra strategis yang memiliki kesamaan visi guna memastikan keberhasilan implementasi rencana bisnis,”
Fokus Bisnis 2026
Untuk 2026, fokus perusahaan mencakup percepatan pengembangan proyek, optimalisasi kinerja aset perhotelan, peningkatan pendapatan, dan pengelolaan struktur pendanaan yang lebih disiplin. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan pengelolaan arus kas.
“Melalui pendekatan tersebut, perseroan berharap dapat menjaga keseimbangan antara upaya ekspansi dan pengelolaan arus kas sehingga setiap peluang pertumbuhan dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah yang berkelanjutan,”
Portofolio Hospitality dan Kinerja Keuangan 2025
Dalam segmen hospitality, melalui anak usaha PT Accola Hotel Indonesia, perseroan mengelola tiga hotel yakni Indies Hotel Malioboro, Indies Heritage Hotel Yogyakarta, Indies Bandung, serta kawasan vila The Leaf Indies Jimbaran di Bali.
Optimisme manajemen didukung oleh perbaikan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 122,58 miliar, melonjak 317,27% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 29,3 miliar.
Lonjakan pendapatan terutama bersumber dari segmen properti yang kembali menyumbang sekitar Rp 80 miliar, sementara bisnis hospitality berkontribusi Rp 42,58 miliar. Prapanca optimistis tren perbaikan ini akan berlanjut seiring terealisasinya proyek-proyek baru.
“Proses perbaikan yang telah terjadi kami yakini akan terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kinerja keuangan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,”
Ikuti Skybee
