Skybee — Cadangan minyak mentah darurat Amerika Serikat kini berada pada level terendah sejak 1983 setelah pemerintah hampir menyelesaikan rencana pelepasan 172 juta barel untuk meredam lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Iran.
Data Departemen Energi AS per Selasa (16/6/2026) menunjukkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) tersisa sekitar 340 juta barel. Jumlah ini mencerminkan penurunan signifikan sejak pembentukan cadangan strategis pasca-embargo minyak Arab pada 1970-an.
Dampak Pada Ketahanan Energi
Jika rencana pelepasan berjalan penuh, SPR diperkirakan tinggal sekitar 243 juta barel, atau hanya sekitar sepertiga dari kapasitas maksimalnya. Para analis menyatakan penipisan stok tersebut mengurangi fleksibilitas AS untuk merespons gangguan pasokan di masa depan.
Kepala Analisis Perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan, mengatakan cadangan seharusnya setidaknya berada di kisaran 150 juta hingga 200 juta barel agar berfungsi optimal sebagai penyangga pasar.
“Kondisi saat ini menyisakan ruang yang sangat sempit untuk pelepasan tambahan di masa mendatang,” ujar De Haan.
Juru bicara Departemen Energi AS menegaskan pemerintah mengelola SPR sesuai peruntukannya, yaitu menstabilkan pasar minyak dan menjamin keamanan energi nasional.
Pemerintah menerapkan skema pertukaran, meminjamkan minyak kepada perusahaan swasta dengan kewajiban pengembalian beserta bunganya. Sejauh ini tingkat pengembalian tercatat 26%, yang diklaim dapat menghemat anggaran pembayar pajak lebih dari US$ 3 miliar.
Pemerintah juga menargetkan pengisian kembali cadangan sebanyak 200 juta barel dalam satu tahun ke depan.
Tekanan Politik Menjelang Pemilu
Situasi cadangan minyak menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Presiden Donald Trump. Harga bensin nasional sempat melonjak sampai rata-rata US$ 4,04 per galon setelah perang memicu kenaikan harga minyak mentah global sekitar 15%.
Kenaikan tersebut memberi tekanan politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang. Namun, ada penurunan harga setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan perdamaian sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pada Selasa, harga minyak mentah global terkoreksi di bawah US$ 82 per barel, level terendah sejak awal Maret 2026.
SPR sendiri merupakan kompleks penyimpanan bawah tanah yang dikelola Departemen Energi AS sebagai bentuk pertahanan terhadap guncangan pasokan minyak global. Permasalahan cadangan ini telah lama menjadi isu politik di Washington.
Catatan sejarah menyebutkan saat Trump mulai menjabat 16 bulan lalu, cadangan sudah menipis setelah pelepasan sekitar 290 juta barel pada masa pemerintahan sebelumnya, termasuk langkah merespons invasi Rusia ke Ukraina. Kini pemerintahan Trump juga mengandalkan pelepasan cadangan untuk meredam dampak ekonomi konflik di Iran.
Ikuti Skybee
