Skybee — PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Perusahaan menetapkan perkiraan jadwal pelaksanaan pada 1 Juli 2026 hingga 30 September 2026.
Manajemen menyatakan buyback dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan pasar modal Indonesia serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan kondisi fundamental perseroan.
Penggunaan Dana dan Batasan Pembelian
Dalam pelaksanaannya, UNTR akan menggunakan dana internal dan bukan berasal dari pinjaman atau hasil penawaran umum. Manajemen juga menyampaikan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta tetap memperhatikan ketentuan terkait jumlah saham free float setelah pelaksanaan, sesuai POJK No. 13/2023.
Perkembangan Saham dan Valuasi
Saham UNTR pada perdagangan 30 Juni 2026 tercatat naik 1,88% ke Rp23.000. Namun, dalam tiga bulan terakhir harga saham perseroan turun 25,93%.
Dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) UNTR tercatat di bawah 1, tepatnya 0,89 kali, yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham emiten.
Realokasi Dana Buyback Sebelumnya
Pada periode 1 April 2026 sampai 30 Juni 2026, United Tractors telah melakukan pembelian kembali sebanyak 35.539.100 lembar saham dengan nilai Rp860,34 miliar. Dengan alokasi awal Rp2 triliun untuk buyback, sisa dana yang tersedia setelah periode tersebut adalah Rp1,13 triliun.
Manajemen juga mencatat bahwa perseroan menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham terhitung sejak 30 Juni 2026 untuk periode buyback yang mengacu pada keterbukaan informasi 31 Maret 2026.
Ikuti Skybee
