Skybee — Grup teknologi Wärtsilä memulai validasi mesin hidrogen 100% untuk memasok jaringan listrik nasional Spanyol di Bermeo, Spanyol bagian utara. Uji coba ini disebut perusahaan sebagai demonstrasi pertama di dunia dari mesin hidrogen 100% berskala besar.
Pengujian dimaksudkan untuk membuktikan bahwa mesin dapat beroperasi dengan bahan bakar berkelanjutan 100% seperti hidrogen, sekaligus melanjutkan upaya sebelumnya Wärtsilä dalam menghadirkan pembangkit mesin skala besar yang siap memakai hidrogen murni.
Wärtsilä menyebutkan bahwa komitmennya terhadap pengembangan hidrogen pada kondisi jaringan nyata juga telah diuji di Indonesia. Pada November 2025, perusahaan bersama PLN Indonesia Power melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di pembangkit Pesanggaran Bali, mencapai campuran hidrogen hingga 23% pada beban parsial.
Hasil uji campuran di Bali, menurut keterangan perusahaan, menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik serta emisi CO2 yang lebih rendah dibanding pengoperasian gas alam murni.
Peran Dalam Sistem Energi Terbarukan
Wärtsilä menyoroti pentingnya teknologi fleksibel untuk menyeimbangkan jaringan listrik saat output angin dan surya rendah. Hidrogen hijau disebut sebagai bahan bakar tanpa emisi karbon yang dapat menyimpan kelebihan listrik terbarukan dan menyediakan daya saat pembangkitan angin atau surya menurun.
Menurut perusahaan, kemampuan itu membantu menstabilkan sistem dan meningkatkan keandalan energi di jaringan yang didominasi sumber terbarukan.
Mesin Wärtsilä 31H2
Mesin Wärtsilä 31H2, bagian dari platform Wärtsilä 31, dipaparkan sebagai salah satu mesin 4-tak multi-bahan bakar paling efisien di dunia dan dinyatakan sebagai mesin hidrogen murni terbesar di dunia. Kinerja mesin tersebut sedang diverifikasi di Bermeo.
“Saat ini, mesin hidrogen Wärtsilä 31H2 kami beroperasi dengan 100% hidrogen dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol, menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat menyediakan daya berkelanjutan yang fleksibel dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan,”
kata Rasmus Teir, Direktur Strategi Teknologi dan Dekarbonisasi di Wärtsilä, Kamis (18/6/2026).
Rasmus menambahkan bahwa teknologi tersebut dinilai sudah siap, dan fokus berikutnya adalah menciptakan lingkungan pendukung untuk meningkatkan skala penggunaan, termasuk regulasi, kejelasan investasi, dan infrastruktur yang diperlukan.
“Melalui kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi bagaimana kemampuan ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi bersih,”
ujar Kari Punnonen, Energy Business Director, Australasia di Wärtsilä Energy.
Perusahaan juga menyebutkan bahwa pembangkit berbasis Wärtsilä 31 dirancang untuk mendukung industri intensif energi—termasuk pusat data dan fasilitas manufaktur—dengan pembangkitan yang fleksibel dan berkelanjutan, serta opsi off-grid.
Spanyol dipilih sebagai lokasi uji karena posisinya sebagai salah satu pelopor adopsi energi terbarukan, sehingga dianggap sebagai tempat yang tepat untuk mendemonstrasikan potensi teknologi hidrogen. Pada Juni 2026, pelanggan Wärtsilä dari berbagai negara menyaksikan pengoperasian mesin tersebut, yang ditampilkan sebagai tonggak dalam validasi komersialnya.
Ikuti Skybee
