— Tanjung Verde menorehkan sejarah dengan menjadi negara terkecil yang lolos ke babak gugur Piala Dunia setelah mengamankan satu poin pada laga terakhir fase grup, Jumat (26/6/2026) malam waktu setempat.

Hasil imbang 0-0 melawan Arab Saudi sudah cukup bagi tim berjuluk The Blue Sharks itu untuk finis di posisi kedua grup, di bawah Spanyol, dan berhak melaju ke babak 32 besar.

Jejak Ajaib Di Fase Grup

Tim kecil asal kepulauan Atlantik ini mengakhiri fase grup dengan tiga hasil imbang beruntun. Sebelumnya mereka menahan Spanyol 0-0 dan bermain 2-2 melawan Uruguay setelah sempat tertinggal.

Tambahan satu poin kontra Arab Saudi menempatkan Tanjung Verde di bawah Spanyol pada klasemen akhir, sementara Spanyol memastikan gelar juara grup usai menundukkan Uruguay pada malam yang sama.

Vozinha Jadi Pilar Ketangguhan

Keberhasilan ini tak lepas dari penampilan gemilang Vozinha, kiper veteran berusia 40 tahun yang menjadi simbol ketangguhan tim. Aksi penyelamatannya beberapa kali menjadi penentu agar gawang tetap perawan.

Dalam laga melawan Arab Saudi, Vozinha melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang pada menit-menit akhir yang berpotensi mengubah skor.

“Ukuran negara kami memang kecil. Namun, kami memiliki hati yang besar dan kami adalah petarung sejati,” kata Vozinha, yang juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim.

Pesta Emosi dan Dukungan Suporter

Suasana di stadion memanas saat para pemain dan suporter Tanjung Verde merayakan kelolosan mereka. Seorang suporter bahkan membawa poster bertuliskan “Small Islands, Big Dreams” sebagai simbol harapan yang terwujud.

Ibu Vozinha, Ana Candida Evora, hadir di tribun VIP untuk menyaksikan pertandingan kedua sang anak secara langsung setelah sebelumnya terkendala masalah visa.

Kata-kata Bubista Dan Reaksi Lawan

Pelatih Bubista menyatakan kebanggaannya terhadap para pemain dan menyebut pencapaian ini sebagai buah dari impian yang diperjuangkan. “Setiap orang berhak untuk bermimpi dan tidak ada hal yang mustahil,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Arab Saudi Georgios Donis mengakui performa timnya kurang memuaskan. “Kami tampil sangat buruk dalam membangun serangan, mengendalikan permainan, dan menciptakan peluang,” kata Donis.

Jalan Ke Babak Gugur

Dengan finis kedua di grup, Tanjung Verde dijadwalkan menghadapi juara bertahan, Argentina, pada 3 Juli 2026 di Miami. Bagi negara dengan populasi sekitar 500.000 jiwa ini, capaian tersebut merupakan tonggak tertinggi dalam sejarah olahraga nasional.

Perjalanan tim nasional yang baru bergabung dengan FIFA pada 1986 itu menunjukkan perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir, terutama melalui pemanfaatan talenta diaspora dan pendekatan taktik yang lebih matang.

Bubista, yang juga mantan kapten, disebut sebagai salah satu arsitek kebangkitan tim melalui kombinasi disiplin taktik dan determinasi fisik para pemain.