— Fase gugur Piala Dunia 2026 akan terungkap akhir pekan ini. Kepastian tim-tim yang melaju ke babak 32 besar ditentukan pada Sabtu (27/6/2026) waktu setempat melalui enam laga terakhir di fase grup.

Meskipun sebagian besar tiket sudah terisi, beberapa slot masih diperebutkan. Skema baru dengan 48 tim membuat dua tim teratas tiap grup dan delapan tim peringkat ketiga terbaik berpeluang lolos, sehingga persaingan tetap hidup hingga pertandingan penutup.

Duet Kolombia Vs Portugal Jadi Sorotan

Salah satu pertandingan yang paling dinanti adalah pertemuan Grup K antara Kolombia dan Portugal di Miami Gardens, Florida. Kolombia telah memastikan tiket babak 32 besar dan hanya butuh hasil imbang untuk mengunci status juara grup.

Portugal, yang diperkuat Cristiano Ronaldo, wajib meraih kemenangan jika ingin menggusur posisi puncak, meski hasil imbang atau kekalahan masih membuka kemungkinan lain bagi mereka untuk tetap melaju.

Pelatih Portugal Roberto Martinez menekankan bahwa merebut juara grup bukanlah keharusan. “Di awal karier, mungkin saya akan bilang juara grup itu penting karena kurangnya pengalaman dan ingin merencanakan segalanya. Namun di turnamen besar seperti ini, pada akhirnya Anda harus siap mengalahkan siapa saja jika ingin menjadi juara,” ujarnya.

Perubahan Susunan Pemain dan Cedera

Dari Grup F, Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan Lionel Messi akan memulai laga melawan Yordania dari bangku cadangan karena Argentina telah mengunci status juara grup. Messi direncanakan masuk pada babak kedua.

Messi tercatat memborong lima gol Argentina pada dua pertandingan awal dan memecahkan rekor gol sepanjang masa Piala Dunia dengan total 16 gol.

Pada laga lain, Timnas Inggris dipastikan bermain tanpa bek kanan Reece James yang absen karena cedera hamstring ringan. Pelatih Thomas Tuchel memilih mengistirahatkan James agar siap menghadapi babak 32 besar, setelah Inggris mengumpulkan empat poin dari kemenangan atas Kroasia dan hasil imbang kontra Ghana.

Skenario Grup Afrika dan Dilema Taktis Austria

Kongo berusaha mencetak sejarah untuk melaju ke fase gugur setelah menahan imbang Portugal 1-1; mereka wajib menaklukkan Uzbekistan untuk menjaga asa lolos.

Di Grup L, persaingan antara Kroasia dan Ghana makin memanas. Ghana hanya membutuhkan hasil imbang, sedangkan Kroasia harus meraih kemenangan untuk memastikan kelolosan.

Laga Grup J antara Austria dan Aljazair memunculkan perbincangan soal strategi. Secara matematis, posisi ketiga justru bisa menjadi jalan yang lebih mudah untuk menghadapi lawan di babak 32 besar, namun pelatih Austria Ralf Rangnick menolak skenario bermain untuk kalah.

“Kami tidak akan bermain untuk mengincar hasil imbang atau kalah. Kami turun ke lapangan untuk menang, tidak peduli siapa lawan yang akan kami hadapi nanti,” tegas Rangnick.

Implikasi Format 48 Tim

Piala Dunia 2026 menjadi edisi perdana dengan format 48 tim. Perubahan ini membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai zona dan mengubah dinamika persaingan di fase grup.

Sistem yang meloloskan delapan tim peringkat ketiga terbaik menciptakan situasi di mana hampir semua tim memiliki harapan hingga laga terakhir. Format baru ini menuntut fleksibilitas taktik dari pelatih, termasuk pengaturan rotasi pemain bintang dan perhitungan lawan di babak gugur, sambil mempertahankan sportivitas di lapangan.