— Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus meningkat. Catatan per 24 April 2026 menunjukkan total kepemilikan single investor identification (SID) mencapai 26.121.311, tumbuh 28,37% secara tahunan.

Penambahan investor baru tercatat 5.773.486 SID, dengan rata-rata 50.645 SID per hari. Khusus investor saham, total SID mencapai 9.523.625 atau naik 10,69% secara year-to-date, termasuk 919.448 SID investor saham baru sepanjang tahun ini.

Tidak Semua Modal Ditaruh Pada Satu Instrumen

Prinsip diversifikasi menjadi salah satu saran utama bagi pemula. Jangan menempatkan seluruh modal pada satu investasi agar risiko tersebar dan tidak kehilangan seluruh nilai investasi jika salah satu aset mengalami penurunan.

“Bayangkan jika investasi yang satu sedang turun, setidaknya masih punya investasi lain yang positif. Sewaktu butuh uang, bisa mencairkan investasi yang memberikan imbal hasil positif lebih dulu,” ujar MNC Sekuritas.

Contoh penerapan diversifikasi yang disarankan adalah memilih saham blue chip dari beberapa sektor berbeda, misalnya perbankan, konsumsi, dan energi. Dengan demikian, tekanan sektor tertentu tidak langsung berdampak pada seluruh portofolio.

Tanamkan Komitmen dan Konsistensi

Investasi saham bukan sekadar kemampuan analitis, melainkan juga soal disiplin dan konsistensi. Pemula disarankan menentukan jangka waktu investasi sebelum mulai menempatkan modal.

MNC Sekuritas merekomendasikan investor pemula mempertimbangkan investasi jangka panjang pada saham berkapitalisasi besar (big cap) yang relatif lebih stabil. “Biasanya ‘buah’ dihasilkan dari ‘benih’ yang ditabur setelah beberapa tahun, dari hasil dividen yang dibagikan untuk pemegang saham serta capital gain yang diperoleh saat menjual saham,” kata MNC Sekuritas.

Lakukan Riset, Jangan Beli Sekadar Ikut-Ikutan

Investasi berbeda dari spekulasi. Sebelum membeli saham, lakukan kajian terhadap prospek usaha dan kinerja keuangan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Menurut MNC Sekuritas, prioritas sebaiknya diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan pengelolaan baik dan rasio utang terhadap ekuitas yang sehat. “Lebih baik membeli saham perusahaan yang sehat dengan nilai ekuitas lebih banyak daripada nilai utang,” ujar MNC Sekuritas.

Ketiga prinsip tersebut—diversifikasi, komitmen jangka panjang, dan riset—ditawarkan sebagai landasan bagi pemula untuk mulai berinvestasi saham secara lebih terstruktur. “Practice makes perfect,” tutup MNC Sekuritas.