— INGLEWOOD, California — Timnas Iran membuat pernyataan keras usai laga pembuka Piala Dunia mereka, menyatakan menghadapi tekanan di luar lapangan yang mengganggu persiapan fisik dan logistik tim.

Seskali setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, Senin malam waktu setempat atau Selasa (16/6/2025), skuad Iran mengaku menerima perintah mendadak untuk segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke markas latihan mereka di Tijuana, Meksiko.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengatakan keputusan tersebut menyulitkan proses pemulihan tim. Menurutnya, skuat telah merencanakan menginap di California untuk pemulihan standar pascapertandingan, tetapi perintah keberangkatan muncul tiba-tiba.

“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih. Kami diperintahkan segera pergi. Bagi kami, pemulihan itu sangat krusial, dan kami benar-benar terganggu dengan keputusan ini,”

Ghalenoei, melalui penerjemah, menambahkan bahwa jadwal tim diatur secara sepihak. “Saya merasa tim kami adalah yang paling tertindas di Piala Dunia ini,” ujarnya.

Kapten Iran, Mehdi Taremi, juga menyampaikan keluhan terkait persiapan tim. Selain masalah perjalanan, Taremi menyoroti minimnya staf pendukung, termasuk penolakan visa bagi Presiden Federasi Sepak Bola Iran dan beberapa anggota staf pelatih.

“Semuanya terasa seperti bencana bagi kami,” kata Taremi.

Suasana Pertandingan dan Dukungan Penonton

Meskipun terganggu oleh tekanan politik dan kendala logistik, pertandingan berjalan sengit. Selandia Baru dua kali memimpin lewat gol Elijah Just, tetapi Iran menyamakan melalui gol Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.

Di dalam stadion, dukungan dari komunitas diaspora Iran di Los Angeles terasa kuat dan membuat para pemain seperti bermain di kandang sendiri. Di luar stadion sempat berlangsung protes dari kelompok yang menentang pemerintah Iran, termasuk aksi sebagian penonton yang membelakangi lapangan saat lagu kebangsaan.

Jadwal Lanjutan dan Dampak Geopolitik

Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada Minggu di Inglewood, sebelum bertolak ke Seattle untuk melawan Mesir pekan depan. Hasil imbang pada laga pembuka membuat keempat tim di grup tersebut masing-masing mengantongi satu poin.

Masalah yang dialami tim Iran dalam turnamen ini terkait langsung dengan ketegangan geopolitik yang memuncak sejak konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Persiapan tim telah terganggu oleh penolakan visa bagi sejumlah staf kunci dan upaya pemindahan lokasi pertandingan grup Iran ke luar Amerika Serikat yang tidak berhasil.