Skybee — PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi menyelesaikan registrasi pencatatan sekunder dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di Bursa Efek Hong Kong pada 16 Juni 2026.
Pencatatan HDR ini memungkinkan instrumen kupon yang mewakili saham EMAS tersimpan di Indonesia diperdagangkan di Hong Kong, sehingga investor di sana memperdagangkan HDR, bukan saham EMAS secara langsung.
Skema Penawaran dan Dampak Kepemilikan
Perusahaan menegaskan pencatatan HDR bukan merupakan penerbitan saham baru. Transaksi ini melibatkan konversi sebagian saham yang dimiliki pemegang saham minoritas existing menjadi HDR untuk ditawarkan kepada investor internasional, sehingga tidak menimbulkan dilusi maupun penambahan modal bagi EMAS.
Pihak penjual tercatat terdiri dari 12 pemegang saham minoritas existing. Empat di antaranya merupakan pihak afiliasi, yakni Winato Kartono (Komisaris EMAS), Hardi Wijaya Liong (Direktur pengendali MDKA), PT Nugraha Eka Kencana, dan PT Unitras Kapital Indonesia. Delapan lainnya adalah pemegang non–afiliasi: PT Nusantara Indah Cemerlang, PT Bintang Delapan Harmoni, PT Deze Trading Indonesia, Continuum SPC, Gem Hong Kong International Co., Ltd., Sherman Mineral Trading Co., Ltd., Alexander Ramlie, dan Edi Permadi.
Penawaran dan Tujuan Strategis
Perusahaan menyatakan penawaran HDR ini bukan termasuk penawaran umum menurut Undang‑Undang Pasar Modal Indonesia dan tidak ditawarkan atau dijual kepada warga negara maupun entitas di Indonesia.
Manajemen memperkirakan pencatatan HDR akan memperluas akses kepada investor internasional, meningkatkan likuiditas perdagangan instrumen yang mewakili saham perseroan, serta memberi fleksibilitas lebih besar dalam mengakses permodalan untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.
“Pencatatan ini dilakukan demi kepentingan terbaik perseroan, karena diyakini dapat memperkuat platform pasar modal dan profil internasional perseroan, memperluas dan mendiversifikasi basis pemegang saham melalui akses terhadap investor institusional global,”
Perusahaan menambahkan pencatatan HDR juga diharapkan meningkatkan likuiditas, memperkuat standar tata kelola dan pelaporan sesuai kerangka internasional, serta mendukung tujuan pertumbuhan dan pengembangan jangka panjang, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan dan kondisi pasar.
Ikuti Skybee
