— JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan berakhlak mulia.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Wisuda Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Ia menekankan bahwa pergantian tahun hijriah bukan sekadar penanda kalender, melainkan ajang refleksi dan perbaikan diri.

“Hari ini adalah 1 Muharram, jadi kita berusaha untuk menghijrahkan diri kita dari sebuah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang lebih baik. Sebuah kebiasaan yang konsumtif jadi kebiasaan yang lebih produktif,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dan orientasi hidup, agar masyarakat tidak terjebak pada masa lalu tetapi fokus membangun masa depan yang lebih produktif.

Selain ajakan perbaikan diri secara umum, Menag juga menyoroti etika bermedia di tengah derasnya arus informasi digital. Ia mengimbau agar publik menjauhi penyebaran informasi palsu dan menghentikan praktik membuka aib sesama di ruang publik.

“Kita mengajak masyarakat meninggalkan hoaks, kita tinggalkan tradisi-tradisi yang saling membicarakan aib saudara sendiri. Tetapi kita mencoba untuk memperbaiki akhlak,”

Menurut Nasaruddin, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan memperkuat karakter bangsa. Penggunaan ruang digital yang bermartabat, kata dia, akan memberi teladan positif bagi masyarakat.

Lebih jauh, Menag mengajak setiap individu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama sekaligus mencari kemuliaan di sisi Tuhan. Ia menegaskan bahwa akhlak yang baik akan melahirkan generasi yang membawa kedamaian, keberkahan, dan manfaat bagi lingkungan sekitar.