— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali mengalami tekanan pada awal pekan dan berpotensi menguji level 5.700–5.800. Penurunan akhir pekan lalu menimbulkan kehati-hatian di kalangan investor menjelang serangkaian data ekonomi domestik.

Pada perdagangan Jumat (26/6/2026) IHSG ditutup anjlok 102,9 poin atau 1,7% ke level 5.896,1. Pelemahan pasar global, khususnya bursa Asia dan Eropa, serta sentimen negatif dari sektor teknologi menjadi faktor yang menekan indeks.

Di sisi mata uang, rupiah justru menutup sesi dengan penguatan tipis 0,04% ke Rp 17.918 per dolar AS pada Jumat (26/6). Penguatan tersebut dipicu operasi moneter Bank Indonesia melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan 5, 10, dan 20 hari (MA5, MA10, MA20). Indikator MACD menunjukkan pelemahan histogram positif, sementara stochastic RSI memasuki area pivot.

“IHSG diperkirakan menguji level 5.700-5.800 pada awal pekan. Investor juga akan menantikan sejumlah data ekonomi dari domestik, yaitu indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya.

Enam Saham Rekomendasi dan Taktik Trading

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan pemodal untuk fokus pada enam saham sebagai peluang trading awal pekan. Rekomendasi berikut memuat strategi masuk, target harga, level resistance dan support, serta level stop loss.

  • BBCA
    • Tipe: Trading buy
    • Target: 6.300
    • Masuk: 6.050–6.175
    • Resistance: 6.300; Support: 6.050
    • Waspada jika tembus 6.050
    • Stop loss: 5.800
  • KLBF
    • Tipe: Trading buy
    • Target: 820
    • Masuk: 770–790
    • Resistance: 820; Support: 770
    • Waspada jika tembus 770
    • Stop loss: 720
  • MIKA
    • Tipe: Trading buy
    • Target: 1.735
    • Masuk: 1.680–1.700
    • Resistance: 1.735; Support: 1.680
    • Waspada jika tembus 1.680
    • Stop loss: 1.625
  • MYOR
    • Tipe: Trading buy
    • Target: 1.900
    • Masuk: 1.845–1.870
    • Resistance: 1.900; Support: 1.845
    • Waspada jika tembus 1.845
    • Stop loss: 1.790
  • JSMR
    • Tipe: Buy on weakness
    • Target: 3.100
    • Masuk: 2.840–2.940
    • Resistance: 3.100; Support: 2.840
    • Waspada jika tembus 2.840
    • Stop loss: 2.580
  • UNVR
    • Tipe: Trading buy
    • Target: 1.770
    • Masuk: 1.695–1.730
    • Resistance: 1.770; Support: 1.695
    • Waspada jika tembus 1.695
    • Stop loss: 1.620

Investor diimbau memperhatikan perkembangan data ekonomi domestik seperti indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi yang dapat memengaruhi arah pasar pada hari-hari mendatang.