— Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026), memperpanjang tren naik selama empat hari berturut-turut. Penguatan tercatat setelah kekhawatiran inflasi global mereda seiring munculnya optimisme atas kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Data pasar menunjukkan sentimen tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini.

Dorongan Harga Dan Data Perdagangan

Harga emas spot ditutup naik 0,51% ke level US$ 4.331,23 per ons troi. Pada sesi sebelumnya, logam mulia sempat menyentuh puncak tertinggi sejak 5 Juni.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat tipis sekitar 0,03% ke US$ 4.353,05 per ons troi.

Dampak Kesepakatan Sementara AS-Iran

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS mengumumkan tercapainya perjanjian sementara dengan Iran. Kesepakatan itu memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada April selama 60 hari tambahan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi sumber ketegangan geopolitik.

“Kesepakatan ini memicu penurunan suku bunga jangka pendek dan harga energi. Akibatnya, peluang The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Perkembangan diplomatik itu juga langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak Brent turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kali sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5% pada perdagangan Senin menyusul pengumuman soal kesepakatan.

Pandangan Pasar Terhadap Kebijakan The Fed

Penurunan harga minyak ikut meredakan tekanan inflasi global, sehingga mengurangi kebutuhan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat ketat dalam jangka panjang.

Data CME FedWatch mencatat pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sekitar 60%, turun dari sekitar 70% pekan sebelumnya.

Sebelumnya, eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran sempat mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Meski emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam ini relatif kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rangkaian rapat bank sentral utama pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lain juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 0,06% menjadi US$ 70,02 per ons.

Platinum melonjak 2% ke US$ 1.809,1 per ons, sedangkan paladium menguat 0,89% menjadi US$ 1.355,95 per ons.