— Harga emas dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut dan mencapai level tertinggi lebih dari sepekan pada perdagangan Senin (15/6/2026). Kenaikan mencuat setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati sebuah kerangka perdamaian yang meredakan ketidakpastian di pasar global.

Emas spot mencatat lonjakan 2,13% ke US$ 4.309,24 per ons troi, setelah sempat menembus posisi tertinggi sejak 5 Juni. Kontrak berjangka emas AS juga ditutup naik 2,18% ke US$ 4.331,2 per ons troi.

Dorongan Dari Melemahnya Dolar Dan Berita Perdamaian

Penguatan harga emas mendapat dukungan dari pelemahan indeks dolar AS sekitar 0,1%, yang membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Seorang pejabat AS menyampaikan bahwa nota kesepahaman untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran.

Penandatanganan resmi dikabarkan akan berlangsung dalam sebuah seremoni di Jenewa pada Jumat mendatang.

Respons Pasar Dan Implikasi Suku Bunga

Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible, mengatakan pasar mulai mengesampingkan risiko konflik dan kembali menimbang faktor fundamental. “Pasar emas mulai mengeluarkan faktor konflik dari perhitungan harga. Kabar perdamaian menekan imbal hasil obligasi AS, dolar, dan harga minyak, yang sebelumnya menjadi sumber utama risiko inflasi,” ujar Streible.

Sejak pecahnya konflik Iran, emas sempat tertekan karena lonjakan harga energi yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan peluang kenaikan suku bunga. Namun setelah tercapai kesepakatan damai, pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 58% dari hampir 70% pada pekan lalu.

Perhatian kini mengarah ke pertemuan The Fed pada 16-17 Juni, yang akan menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Menurut Streible, arah emas selanjutnya sangat bergantung pada sinyal yang disampaikan bank sentral soal jalur suku bunga. “Pergerakan emas berikutnya sangat bergantung pada Warsh, nada pernyataannya, dan pandangannya mengenai arah suku bunga,” kata dia.

Penguatan Pasar Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lain juga menguat signifikan. Harga perak spot naik 2,91% ke US$ 69,98 per ons, platinum melonjak 3,05% menjadi US$ 1.773,57 per ons, dan paladium meningkat 4,42% ke US$ 1.343,94 per ons.

Sementara itu, Singapura mengumumkan rencana membentuk sistem kliring emas over-the-counter (OTC) serta layanan penyimpanan emas untuk bank sentral, langkah yang diperkirakan akan memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat perdagangan emas global.