Skybee — Bank Indonesia (BI) menegaskan industri perbankan nasional tetap tangguh meski ketidakpastian global meningkat, termasuk dampak dari konflik di Timur Tengah. Kondisi ini disebut menjadi modal utama untuk menjaga laju penyaluran kredit dan menopang aktivitas ekonomi domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan likuiditas memadai, permodalan berada pada level tinggi, dan risiko kredit terkendali. Dengan landasan tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2026 akan berada pada kisaran 8%-12%.
Daya Tahan Perbankan
“Ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang di Timur Tengah,” kata Perry dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Rabu (18/6/2026).
Perry memaparkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan pada April 2026 tercatat sebesar 23,97%. Angka ini dinilai cukup untuk menyerap potensi risiko sekaligus menopang ekspansi kredit ke sektor riil.
Kualitas Aset dan Hasil Stress Test
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat tetap rendah. Pada April 2026, NPL bruto sebesar 2,17%, sementara NPL neto berada di level 0,84%.
BI juga menyebut hasil stress test menunjukkan perbankan nasional memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai skenario risiko, termasuk simulasi berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang dapat memicu volatilitas pasar keuangan global.
Likuiditas dan Kapasitas Pembiayaan
Kapasitas pembiayaan perbankan yang masih besar menjadi penopang prospek pertumbuhan kredit. Hingga Mei 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) tercatat mencapai Rp 2.576 triliun atau setara 22,41% dari total plafon kredit yang tersedia.
Kondisi likuiditas juga terjaga; rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 24,74%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,47% secara tahunan pada Mei 2026.
Perkembangan Kredit dan Suku Bunga
Pertumbuhan kredit pada Mei 2026 menunjukkan penguatan, tercatat tumbuh 11,51% secara year on year (yoy), meningkat dari 9,98% pada April 2026. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 21,95% yoy.
Kredit modal kerja tercatat tumbuh 8,09% yoy, sedangkan kredit konsumsi meningkat 5,89% yoy. BI juga mencatat suku bunga kredit pada Mei 2026 sebesar 8,72% dan suku bunga deposito tenor satu bulan di level 4,26%.
Ikuti Skybee
