Skybee — Hasil survei Forum Lembaga Moneter dan Keuangan Resmi (OMFIF) menunjukkan bank-bank sentral global tetap optimistis terhadap prospek harga emas meski pasar sedang memasuki tren penurunan. Sebanyak 61% responden memperkirakan harga emas akan diperdagangkan antara US$5.000 dan US$6.000 per ons pada 2027.
Survei yang dikutip OMFIF terhadap 74 bank sentral ini juga menemukan bahwa preferensi terhadap emas fisik meningkat, menandakan minat berkelanjutan pada logam mulia sebagai bagian dari cadangan internasional.
“Harga emas tidak akan berubah. Para pengelola cadangan bank sentral masih sangat optimis terhadap emas. Meskipun nilai emas itu sendiri terus meningkat, mereka tetap membutuhkannya,” kata Kepala Penelitian OMFIF, Andrea Correa.
Menurut laporan, 82% responden menyatakan memegang emas fisik, naik dari 71% tahun sebelumnya. Emas menempati peringkat tertinggi sebagai aset cadangan yang paling diminati di antara semua kelas aset yang disurvei.
Alasan Penambahan Kepemilikan
OMFIF mencatat diversifikasi menjadi alasan utama bank sentral menambah kepemilikan emas. Selain itu, kekhawatiran terhadap risiko geopolitik turut memperkuat peran emas sebagai aset cadangan jangka panjang.
Perlindungan terhadap risiko geopolitik disebutkan oleh 51% manajer cadangan sebagai alasan menyimpan emas, meningkat 11 poin persentase dari 2024. OMFIF menilai ketidakpastian terkait sistem moneter internasional juga mengokohkan posisi emas sebagai aset cadangan daripada sekadar investasi taktis.
Perbedaan Regional
Correa menyampaikan terdapat variasi regional dalam tren kepemilikan emas fisik. “Ketika kita berbicara tentang kepemilikan emas fisik, trennya beragam. Negara-negara Eropa mengatakan mereka tidak akan menambah (kepemilikan emas) karena sudah memiliki begitu banyak, sedangkan bank sentral di Afrika memilih untuk meningkatkan kepemilikan emas fisik mereka,” ujarnya.
Laporan Investor Publik Global OMFIF 2026 juga menyoroti bahwa emas menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran atas utang negara, dan evolusi menuju sistem moneter yang lebih multipolar.
Ikuti Skybee
