Skybee — Pemerintah Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang memulai gencatan senjata permanen antara kedua negara. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Evian-les-Bains.
Kesepakatan ini dimaksudkan sebagai langkah awal mengakhiri konflik yang berlangsung selama empat bulan terakhir. Seorang perwakilan pemerintah AS menyatakan, “Nota kesepahaman ini bersifat berbasis kinerja, di mana Iran akan mendapatkan keuntungan hanya jika mematuhi komitmen yang telah disepakati.”
Poin-Poin Utama Kesepakatan
MoU tersebut dirinci dalam 14 poin yang mencakup beberapa aspek krusial berikut:
- Penghentian konflik: AS, Iran, dan sekutu sepakat mengakhiri operasi militer secara “segera dan permanen” di semua lini, termasuk Lebanon, serta menjamin kedaulatan Lebanon.
- Pembukaan Selat Hormuz: Iran berkomitmen mengatur jalur perdagangan aman bagi kapal komersial melalui Selat Hormuz tanpa biaya, langkah yang diharapkan menstabilkan harga minyak dunia.
- Pemulihan ekonomi: Tersedia dana minimal US$300 miliar untuk rekonstruksi ekonomi Iran dari mitra regional, tanpa kewajiban kontribusi finansial dari pihak AS.
- Program nuklir: Iran setuju tidak memiliki senjata nuklir dan akan mengelola cadangan uranium yang diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
- Sanksi dan aset: AS akan mencabut sanksi ekonomi secara bertahap serta berjanji menyediakan akses terhadap dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Jadwal dan Implementasi
Kedua pihak berkomitmen mencapai kesepakatan final dalam kurun waktu maksimal 60 hari. Pemerintah AS menegaskan akan mulai menarik blokade laut dan pasukan militer dari sekitar wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan kesepakatan final.
Penandatanganan ini merupakan hasil upaya diplomatik intensif untuk meredam eskalasi militer yang terjadi sejak akhir Februari lalu. Konflik yang memicu penutupan Selat Hormuz sebelumnya berdampak pada stabilitas politik dan menyebabkan lonjakan harga energi global.
Mekanisme Pengawasan
MoU menempatkan mekanisme berbasis kinerja sebagai fondasi pelaksanaan kesepakatan, termasuk langkah-langkah yang bersifat konkret mulai dari penghentian aksi militer hingga kerja sama ekonomi. Kesepakatan final direncanakan akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ikuti Skybee
