— Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sekitar empat bulan. Kesepakatan itu berupa nota kesepahaman (MoU) serta langkah de-eskalasi militer yang diumumkan menjelang penandatanganan resmi di Jenewa.

Berita soal kesepakatan ini mendorong respons pasar global: bursa saham naik, sementara harga minyak dan imbal hasil obligasi menunjukkan penurunan. Presiden Donald Trump menyatakan jalur perdagangan di Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan dan memerintahkan pencabutan blokade angkatan laut AS.

Rincian Kesepakatan

Meski dokumen akhir belum resmi ditandatangani, kedua pihak menyepakati kerangka yang mencakup penghentian permusuhan dan periode gencatan sementara. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut teks kesepakatan telah difinalisasi dan dijadwalkan untuk ditandatangani di Jenewa pada Jumat mendatang.

“Gencatan senjata permanen dan segera telah dideklarasikan di semua lini,”

Namun, status akhir perang masih tentatif. Kesepakatan saat ini mengatur penghentian permusuhan untuk jangka waktu 60 hari yang akan menjadi kerangka bagi negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan isu keamanan regional.

Titik Kritis: Pembukaan Selat Hormuz

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin penting dalam kesepakatan. Presiden Trump menegaskan melalui media sosial bahwa jalur tersebut akan dibuka tanpa pungutan biaya setelah penandatanganan. Pihak Iran mencatat pembukaan kembali selat akan tetap mengacu pada pengaturan internal mereka.

Tantangan yang Tersisa

Meski ada kemajuan, sejumlah persoalan krusial masih belum terselesaikan dan berpotensi mempengaruhi kelangsungan perdamaian.

  • Posisi Israel: Israel, yang terlibat dalam konflik sejak akhir Februari, bukan pihak dalam MoU ini. Menteri Pertahanan Israel menyatakan pasukan negara itu akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Gaza, dan Suriah.
  • Tuntutan dana: Iran meminta pembebasan miliaran dolar aset yang dibekukan sebagai prasyarat negosiasi nuklir, tuntutan yang belum disetujui pihak AS.
  • Isu nuklir: Presiden Trump menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyatakan opsi tindakan tetap ada jika negosiasi mendatang gagal mencapai kesepakatan.

Ketegangan antara AS dan Iran memuncak dalam beberapa bulan terakhir menyusul serangkaian insiden di perairan Teluk dan eskalasi retorika soal program nuklir. Perang yang berkepanjangan telah mengganggu rantai pasok energi karena terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dunia.

Kesepakatan yang dimediasi internasional ini dipandang sebagai upaya untuk meredam eskalasi yang lebih luas dan mencegah dampak ekonomi global yang lebih berat. Namun jangka panjangnya akan ditentukan oleh berlangsungnya negosiasi selama periode 60 hari yang disepakati.