Skybee — Forum Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching digelar di Jakarta, menjadi wadah bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jejaring dan menjajaki peluang kerja sama ekonomi. Acara tersebut berlangsung sehari sebelum rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai forum ini sebagai platform strategis untuk menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kemitraan ekonomi nyata antar pelaku usaha.
“Forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha atau business-to-business sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata,” kata Airlangga di acara tersebut.
Rangkaian Kunjungan Kenegaraan
Airlangga menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Aleksandr Lukashenko ke Indonesia akan memperkuat momentum kerja sama bilateral. Ia berharap pertemuan resmi tersebut menghasilkan kesepakatan strategis yang memperdalam keterlibatan ekonomi kedua negara.
Menurut Airlangga, karakteristik ekonomi Indonesia dan Belarus saling melengkapi; Belarus unggul di sektor manufaktur dan pertanian, sementara Indonesia menawarkan pasar besar serta berbagai peluang investasi.
Perdagangan dan Komitmen Ekspor
Airlangga mengungkapkan nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai sekitar USD 221,3 juta, naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk elektronik, produk perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.
Respons Belarus
Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich menyatakan hubungan multisektor antara kedua negara terus berkembang sejak pertemuan tingkat tinggi antara kedua presiden. Ia juga menginformasikan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani Undang-undang Ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
“Kami juga mendukung pembentukan Indonesia-Belarus Business Council sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara,” ujar Karankevich.
Peran Pelaku Usaha
James T. Riady, Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia, menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang antar pelaku usaha untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Melalui penyelenggaraan Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching, kedua negara menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan serta mendorong realisasi berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan,” kata James Riady.
Akses Pasar EAEU dan Tindak Lanjut
Belarus menyatakan implementasi I-EAEU FTA diharapkan memperluas akses perdagangan Indonesia ke pasar EAEU. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Chairman BelCCI Mikhail Miatlikov menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum dan menilai struktur ekonomi kedua negara membuka peluang kerja sama luas di berbagai sektor.
Acara tersebut dihadiri pula oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Mogiarso.
Ikuti Skybee
