— Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi pemerintah. Kondisi itu memberi peluang bagi pemerintah untuk memperluas ruang fiskal dan memprioritaskan pembiayaan program nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan membaiknya kondisi geopolitik global menekan risiko lonjakan harga energi dunia, yang sebelumnya menjadi salah satu pendorong meningkatnya kebutuhan subsidi dalam APBN.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi,” kata Purbaya usai rapat kerja di Kompleks DPR, Jakarta.

Seiring meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Purbaya memperkirakan kebutuhan anggaran subsidi energi akan menurun. Dengan penurunan itu, pemerintah memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengalokasikan anggaran untuk program-program prioritas.

Menurut Purbaya, berkurangnya tekanan terhadap belanja subsidi tidak hanya membantu menjaga kesehatan fiskal, tetapi juga memperluas ruang gerak pemerintah dalam mengelola APBN secara lebih optimal.

“Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan,” ujarnya.

Meredanya risiko gangguan pasokan energi juga dinilai dapat membantu menstabilkan harga minyak. Pada pukul 15.17 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat turun 1,71% menjadi US$ 81,75 per barel, sementara harga WTI turun 1,86% menjadi US$ 79,25 per barel.

Purbaya sebelumnya melaporkan pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 203,7 triliun untuk belanja subsidi dan kompensasi hingga 31 Mei 2026. Realisasi ini setara 45,6% dari pagu APBN.

Dari total realisasi tersebut, belanja subsidi mencapai Rp 94,8 triliun dan belanja kompensasi sebesar Rp 108,9 triliun. Purbaya menegaskan belanja subsidi dan kompensasi tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap bisa menjaga daya beli masyarakat,” kata Purbaya.