— Pemulihan fisik pasca-lari mendapat sorotan setelah Hyperice Indonesia resmi membuka Hyperice Experience Center pertama di Indonesia di Pèpro Pitstop Hustle Mahakam. Fasilitas ini diperkenalkan berbarengan dengan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM), yang diikuti sekitar 40.000 peserta.

Tujuan pusat pengalaman itu adalah memperkenalkan teknologi pemulihan berstandar internasional yang selama ini dipakai atlet elite kepada komunitas olahraga dan pelari di Tanah Air, serta memberi akses langsung bagi pengunjung untuk mencoba berbagai perangkat recovery.

Teknologi Pemulihan yang Diperkenalkan

Di Hyperice Experience Center, pengunjung dapat mencoba beragam teknologi pemulihan unggulan seperti Hypervolt, Normatec, dan Venom. Perangkat itu termasuk kategori percussion therapy, dynamic compression, dan thermal therapy yang dirancang untuk mempercepat proses pemulihan setelah aktivitas fisik.

Jejak Penggunaan di Kalangan Atlet

Produk-produk Hyperice disebutkan telah menjadi bagian dari rutinitas pemulihan sejumlah atlet dunia, termasuk LeBron James, Naomi Osaka, Erling Haaland, dan pemegang rekor dunia maraton Eliud Kipchoge. Hyperice juga tercatat sebagai mitra resmi NBA dan World Marathon Majors.

Peran Pusat Pengalaman Dalam Komunitas Lari

Momentum JAKIM dianggap tepat untuk memperkenalkan pentingnya pemulihan kepada pelari. Peserta dan pengunjung dapat mengikuti sesi pemulihan terpandu dan mempelajari manfaat recovery terhadap performa olahraga, baik di masa persiapan maupun setelah menyelesaikan lomba.

Kehadiran pusat pengalaman ini juga mencerminkan komitmen jangka panjang Hustle Mahakam dan Pèpro untuk membangun budaya lari yang lebih komprehensif di Indonesia, bukan hanya berfokus pada latihan dan kompetisi tetapi juga pada aspek pemulihan demi mencegah cedera dan menjaga konsistensi latihan.

Pesan dari Pemilik Hyperice Indonesia

Ricky Tanaga, pemilik Hyperice Indonesia, menyatakan bahwa edukasi mengenai recovery masih perlu diperkuat dalam perkembangan komunitas lari di dalam negeri. “Lari bukan hanya soal seberapa jauh dan seberapa cepat kita melangkah, tetapi juga bagaimana tubuh kita pulih untuk melangkah kembali esok hari,” kata Ricky Tanaga.

Menurutnya, pemulihan yang tepat tidak hanya membantu meningkatkan performa olahraga, tetapi juga penting untuk mengurangi risiko cedera dan menjaga konsistensi latihan dalam jangka panjang.