— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada sesi I perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Pada sekitar pukul 10.04 WIB, IHSG terkoreksi 1,14% ke level 6.150,05.

Pergerakan pasar pagi itu didominasi pelemahan: 435 saham turun, 189 menguat, dan 165 stagnan. Sehari sebelumnya, Rabu (17/6/2026), IHSG juga ditutup turun 0,55% dengan nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 24,71 triliun.

Sinarmas Sekuritas mencatat sentimen pasar dipengaruhi antisipasi keputusan Bank Indonesia yang diumumkan siang ini, kekhawatiran terhadap arah suku bunga dan pergerakan rupiah, serta potensi tekanan tambahan menjelang pengumuman MSCI.

“Dengan kondisi tersebut, IHSG berisiko melemah sekitar -2% hingga -3%, sehingga strategi yang disarankan adalah bersikap wait and see apabila terjadi aksi panic selling dari aliran dana asing pada sesi pertama,” kata Sinarmas Sekuritas.

Penantian Atas Dua Pengumuman Penting

Pasar saat ini menunggu dua keputusan penting yang dinilai berpotensi memengaruhi IHSG: keputusan Bank Indonesia dan hasil review dari MSCI. Stockbit Sekuritas mengingatkan bahwa pengumuman terkait MSCI akan menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

MSCI dijadwalkan mengumumkan Global Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026 dan Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026 waktu Eropa. Waktu pengumuman tersebut setara dengan sekitar pukul 03.30 WIB pada 19 Juni dan 24 Juni 2026 di Indonesia.

Empat Skenario dari Stockbit

Investment Analyst Lead Stockbit Group, Edi Chandren, menyatakan MSCI dalam pembaruan terakhir pada 20 April 2026 menyebut akan meng-update perlakuan bagi pasar Indonesia dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026. Menurut Edi, ada empat skenario yang mungkin terjadi.

Pertama, skenario sangat positif: pembekuan dicabut atau ada sinyal jelas pencabutan. Jika MSCI memberikan penilaian aksesibilitas yang positif, ada kemungkinan status emerging market dipertahankan pada 23 Juni 2026 dan pasar merespons sangat positif.

Kedua, skenario positif: pembekuan dipertahankan tetapi disertai tone positif terkait keterbukaan dan transparansi data kepemilikan. Pada skenario ini, penggerak pasar adalah nada positif tersebut sehingga respons cenderung menguntungkan meski headline mencatat pembekuan tetap dipertahankan.

Ketiga, skenario netral–negatif: pembekuan dipertahankan dan review diperpanjang tanpa tone positif tambahan (status quo). Pengumuman 23 Juni 2026 diperkirakan menjadi non-event, dengan respons pasar netral hingga sedikit negatif.

Keempat, skenario terburuk (bukan base case): MSCI memutuskan untuk men-downgrade Indonesia ke frontier watchlist. Stockbit menyatakan skenario ini kemungkinan akan terlihat dari tone negatif pada pengumuman 18 Juni 2026. Namun, mengingat perkembangan reformasi dan transparansi data sejauh ini, Stockbit menilai probabilitas skenario ini rendah.