Skybee — Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026) menyusul lonjakan ke level tertinggi lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini menantikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan awal yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada saat berita ditulis, harga emas naik 0,55% menjadi US$ 4.332,98 per ons troi. Sesi Senin (15/6/2026) sebelumnya mencatat kenaikan tajam 3,6% yang membawa logam mulia itu ke level tertinggi sejak 5 Juni.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus tercatat naik tipis 0,02% menjadi US$ 4.352,45 per ons troi.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Hingga kini rincian perjanjian belum dipublikasikan, dan kedua pihak masih harus merundingkan gencatan senjata permanen.
Analis Marex Edward Meir mengatakan reli emas sejak pekan lalu didorong oleh optimisme pasar atas perkembangan terkait Iran.
“Harga emas telah mengalami kenaikan yang cukup baik sejak akhir pekan lalu akibat perkembangan terkait Iran. Euforia ini kemungkinan masih bisa berlanjut hingga beberapa hari ke depan menjelang penandatanganan resmi pada Jumat (19/6/2026),”
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar memperhatikan arah kebijakan bank sentral utama dunia. Dolar AS masih berada dekat level terendah 10 hari menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan.
Investor juga menunggu hasil rapat The Fed yang akan diumumkan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Pertemuan itu merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Prospek Suku Bunga The Fed
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga AS akan dipertahankan pada level saat ini. Fokus beralih pada sinyal kebijakan yang akan disampaikan Warsh terkait prospek suku bunga hingga akhir tahun.
Meir menilai, jika Warsh memberi sinyal kemungkinan terdapat minimal satu pemangkasan suku bunga tahun ini, dolar AS berpotensi melemah lebih lanjut dan emas dapat kembali menguat. Sebaliknya, nada kebijakan yang lebih agresif berisiko menekan harga emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember menjadi 57%, turun dari sekitar 70% pekan lalu setelah kemunculan kabar kesepakatan AS-Iran.
Dalam suasana ketidakpastian itu, Citigroup justru menaikkan proyeksi harga emas jangka pendeknya. Bank investasi tersebut meningkatkan target harga untuk periode 0–3 bulan sebesar US$ 500 menjadi US$ 4.500 per ons troi.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Di pasar komoditas lain, logam mulia cenderung melemah. Harga perak spot turun 1% menjadi US$ 69,29 per ons troi, platinum turun 0,9% menjadi US$ 1.751,55 per ons troi, dan paladium merosot 1,6% menjadi US$ 1.327,27 per ons troi.
Ikuti Skybee
