— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berupaya pulih meski reli yang terjadi disebut masih bersifat taktis. Dalam kondisi pasar seperti itu, BRI Danareksa Sekuritas menyorot sejumlah saham unggulan yang dinilai menarik.

Rumusan rekomendasi mencakup saham dari sektor perbankan, telekomunikasi, logam, dan batu bara, dengan penekanan pada likuiditas dan prospek kinerja relatif terhadap pasar secara keseluruhan.

Untuk sektor perbankan, analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi, mempertahankan rekomendasi overweight dan merekomendasikan beli untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 10.900. Mereka menyatakan BBCA tetap menjadi pilihan paling defensif meski sektor menghadapi tekanan net interest margin (NIM) akibat kenaikan suku bunga.

Sinyal Pada Sektor Telekomunikasi

Di sektor telekomunikasi, rumah riset itu merekomendasikan beli pada PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Target harga yang ditetapkan masing-masing adalah Rp 3.000 untuk ISAT dan Rp 3.700 untuk EXCL.

Menurut Erindra, sektor telekomunikasi menawarkan prospek pertumbuhan laba yang paling jelas di luar sektor komoditas.

Logam Dan Batu Bara Masih Menarik

BRI Danareksa juga merekomendasikan pembelian saham pada sektor logam, yaitu PT Antam Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 4.800 dan PT Timah Tbk (TINS) dengan target Rp 4.500. Rekomendasi ini didukung oleh valuasi yang dinilai menarik serta pandangan regulasi yang kini lebih bersahabat.

Untuk sektor batu bara, rekomendasi beli diarahkan pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 12.400. Rumah riset menyebut AADI semakin menarik setelah adanya klarifikasi terkait Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sehingga risiko pada mekanisme ekspor berkurang dan prospek laba 2026 dinilai masih kuat.

Catatan Sektor Konsumer dan Kesehatan

Sementara itu, sektor konsumer dan kesehatan dinilai masih menawarkan valuasi menarik. Namun, katalis positif untuk kedua sektor tersebut terbatas karena potensi melemahnya daya beli masyarakat seiring kenaikan harga Pertamax.

Target IHSG Akhir 2026

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan target IHSG akhir 2026 di level 7.200. Saat ini, IHSG disebut masih berada di bawah skenario pesimistis (bear case) yang dipatok pada 6.550.

“Hal ini mengindikasikan bahwa pasar masih mencerminkan ekspektasi yang sedikit lebih buruk dibandingkan kemungkinan realistis berupa revisi prospek (outlook) oleh S&P,” ujar Erindra.

Dalam jangka pendek, rumah riset menilai perhatian pasar akan tertuju pada hasil tinjauan prospek dan peringkat utang Indonesia oleh S&P serta hasil evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI. Mereka menyebut jika kedua hasil tersebut tidak membawa kejutan negatif, pasar berpotensi bergerak menuju skenario dasar (base case).