Skybee — BDO di Indonesia mengumumkan bahwa target pengurangan emisi gas rumah kaca berbasis sains perusahaan telah divalidasi dan disetujui oleh Science Based Targets initiative (SBTi). Persetujuan ini menjadi tonggak dalam upaya perusahaan menuju ekonomi net-zero.
Perusahaan menyampaikan rincian komitmen yang telah disetujui SBTi, termasuk target pengurangan jangka pendek dan jangka panjang serta rencana pengelolaan emisi.
Rincian Target Iklim
BDO di Indonesia berkomitmen mengurangi emisi GRK cakupan 1 dan cakupan 2 sebesar 42% pada 2030 dari tahun dasar 2025. Perusahaan juga akan mengukur dan mengurangi emisi cakupan 3 sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi.
Untuk periode jangka panjang, BDO di Indonesia menargetkan net-zero pada 2050. Sebagai bagian dari target ini, perusahaan berkomitmen mengurangi emisi cakupan 1, 2, dan 3 sebesar 90% pada 2050 dari tahun dasar 2025.
Respons Pimpinan BDO
CEO BDO di Indonesia, Thano Tanubrata, mengatakan persetujuan SBTi adalah bukti komitmen perusahaan dalam memimpin transisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan. “Persetujuan target iklim kami oleh SBTi merupakan bukti nyata dari komitmen BDO di Indonesia dalam memimpin transisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Thano menambahkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya memberikan layanan kepada klien, tetapi juga memastikan operasional selaras dengan upaya global membatasi pemanasan bumi, sebagai komitmen jangka panjang untuk masa depan bersama.
Makna Validasi dan Peran Layanan Konsultasi
ESG Partner BDO, Johan Sebastian, menekankan bahwa validasi SBTi memperkuat tekad perusahaan untuk lead by example. “Sebagai konsultan yang membantu berbagai perusahaan bertransisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan, sangat penting bagi kami untuk mengukur, mengelola, dan mengurangi jejak karbon kami sendiri secara kredibel terlebih dahulu,” kata Johan.
ESG Expert BDO, Amandari, menuturkan bahwa menyelaraskan target penurunan emisi dengan standar berbasis sains merupakan bagian dari memastikan langkah dekarbonisasi didasarkan pada pendekatan kredibel dan terukur. “Validasi dari SBTi menjadi tonggak penting yang memperkuat arah perjalanan kami menuju masa depan rendah karbon,” ucapnya.
Strategi Pengelolaan Emisi Residual
BDO di Indonesia menempatkan dekarbonisasi sebagai elemen penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Perusahaan berkomitmen mengidentifikasi dan mengimplementasikan peluang pengurangan emisi material dari kegiatan operasional.
Selaras dengan kerangka kerja SBTi, emisi residual yang tersisa saat mencapai target net-zero akan dikelola melalui mekanisme netralisasi yang memenuhi prinsip dan persyaratan standar yang berlaku.
Dukungan Untuk Korporasi Lain
Selain internal, BDO di Indonesia menyatakan kesiapan mendampingi perusahaan lain dalam menavigasi transisi menuju bisnis berkelanjutan. Melalui tim ahli, BDO menyediakan layanan konsultasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang komprehensif.
- Menyusun peta jalan keberlanjutan;
- Melakukan inventarisasi emisi GRK untuk Cakupan 1, 2, dan 3;
- Membantu penyusunan Laporan Keberlanjutan yang kredibel dan sesuai standar lokal serta global.
Ikuti Skybee
